Halusinasi “Jack D” masih saja kau imani
sebagai jalan setapak menuju kilau berlian tak berdimensi.
padahal…,
setengah sadar di sepertiga jalanmu jelas terseok
kenapa..?
Jelas saja.!
Berlianmu tak menyuguhkan cahaya yang cukup sempurna
untuk menerangi.
apalagi ruangmu sangat gulita
temarampun tidak
Sekarang malah kau pungut sebatang cigar bermarijuana
menghisap dalam dalam penuh dendam
kau kumur kumurkan asap pelengah dalam diafragma mulutmu
lantas dengan congkak kau semburkan kemukaku.
iya
aku tahu sekarang.
betapa kehidupanmu sekarang penuh fatamorgana bak
gurun tandus yang membakar
kawan …..sungguh
aku tak mau kau layu lantas gugur siasia di setengah perjalananmu
seperti yang aku saksikan kemarin di samping langgar
seonggok daging kaku tanpa busana terkapar,
lengkap dengan suntikan yang setia di nadinya
“Hero?”
“Bukan in!”
“Hero?”
“Bukan in!”
Hero?”
Bukan in!”
hero mati dengan tengan mengepal bangga .
yang ini mati berkubang sedih
“Lantas ini?”
Korban yang lagi in..in
Heroin?”
“Yak!”
0 komentar:
Posting Komentar