CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Senin, 05 Januari 2009

JACK DANIELS MARIJUANA DAN AMPAS HEROIN

Halusinasi “Jack D” masih saja kau imani

sebagai jalan setapak menuju kilau berlian tak berdimensi.

padahal…,

setengah sadar di sepertiga jalanmu jelas terseok

kenapa..?

Jelas saja.!

Berlianmu tak menyuguhkan cahaya yang cukup sempurna

untuk menerangi.

apalagi ruangmu sangat gulita

temarampun tidak

Sekarang malah kau pungut sebatang cigar bermarijuana

menghisap dalam dalam penuh dendam

kau kumur kumurkan asap pelengah dalam diafragma mulutmu

lantas dengan congkak kau semburkan kemukaku.

iya

aku tahu sekarang.

betapa kehidupanmu sekarang penuh fatamorgana bak

gurun tandus yang membakar

kawan …..sungguh

aku tak mau kau layu lantas gugur siasia di setengah perjalananmu

seperti yang aku saksikan kemarin di samping langgar

seonggok daging kaku tanpa busana terkapar,

lengkap dengan suntikan yang setia di nadinya

“Hero?”

“Bukan in!”

“Hero?”

“Bukan in!”

Hero?”

Bukan in!”

hero mati dengan tengan mengepal bangga .

yang ini mati berkubang sedih

“Lantas ini?”

Korban yang lagi in..in

Heroin?”

“Yak!”


Pembunuh Nomor Satu

Pembunuh paling berbahaya yang menempati urutan pertama dalam kehidupan manusia adalah penyakit jantung dan pembuluh darah yang biasa disebut kardiovaskular (CVD).

Tahun 2002 CVD menghasilkan 17 juta kasus kematian dunia. Sebagaian besar menimpa negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Diperkirakan pada tahun 2020 angka kematian akan membengkak menjadi 20 juta orang. Sebagian besar kematian tersebut disebabkan oleh stroke dan penyakit jantung koroner (CHD). Pada penyakit CHD dalam arteri koroner yang menyuplai darah ke jantung mengalami penyempitan dan beberapa kasus aliran darah terblokir.
Hal ini menyebabkan darah tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung. Apabila oksigen tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung, jantung akan menjadi lemah dan tidak dapat menyediakan darah ke seluruh bagian tubuh, akibatnya orang tersebut akan meninggal. Ada faktor resiko penyebab penyakit jantung koroner yang tidak dapat diubah, seperti faktor usia, jenis kelamin, ras, dan riwayat keluarga.
Namun, ada juga faktor resiko yang dapat diubah, seperti tingginya kolesterol, perilaku merokok, dan tekanan darah tinggi. Ketiganya adalah penyebab kematian akibat CVD dan tidak boleh diremehkan. Penelitian Poluter, merokok dapat meningkatkan resiko CVD 1,6 kali, hipertensi dengan tekanan darah sistolik menyumbang tiga kali resiko dan kolesterol sebesar empat kali. Apabila ketiga faktor resiko tersebut terdapat pada satu orang, maka peluang resikonya membengkak menjadi 16 kali.